Beranda > Informasi

Pertemuan dengan Media

Media GatheringMIAP Media Gathering dihadiri oleh 9 media, yaitu; Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Kontan, Majalah Forum, Jakarta Globe, Investor Daily, Koran Tempo, Antara, dan Detik.Com. 

Media Gathering MIAP diwakili oleh juru bicaranya yaity: Widyaretna Buenastuti (Ketua Umum), Ibrahim Senen (Ketua Bag.Hukum dan Hubungan Pemerintahan), dan Ricky M. Safir (Ketua Komunikasi dan Diseminasi). Antusiasme para jurnalis di media gathering ini tertuju pada masalah penelitian singkat yang dilakukan oleh LPEM FE UI mengenai pemalsuan serta peran MIAP menghadapi pemalsuan. Penjelasan lengkap mengenai study brief dan parameternya disampaikan langsung oleh Ibrahim Senen. Penjelasan mengenai korelasi dampak kerugian dari perhitungan kerugian bisnis dan perusahaan serta tindakan langsung dilapangan, ditambahkan oleh Ricky M. Safir. 

Semua pertanyaan yang disampaikan oleh para wartawan bersifat positif, dan dapat ditanggapi dengan baik oleh MIAP.Hal tersebut terlihat pada berita yang muncul baik itu di media cetak maupun di media online (portal berita). Judul yang dibuat sebagian besar mengacu pada data penelitian singkat yang dimiliki MIAP, dan permohonan MIAP kepada Wakil Presiden untuk menjadi ikon anti pemalsuan. Acara Media Gathering berjalan dengan baik tanpa ada kendala.

Media Indonesia pada kolom Selekta, mengangkat berita  dengan judul ” Produk Palsu, Industri Rugi Rp 37 Triliun”, kemudian Koran Tempo juga mengangkat berita dengan judul yang sama, Koran Bisnis Indonesia mengusung tema ” Kerugian Akibat Produk Palsu Rp 37 Triliun”. Investor Daily pun menaikan berita yang sama dengan judul ”Kerugian Pemalsuan 12 Sektor Industri Capai Rp 37 Triliun”. 

Sedangkan untuk media online seperti Antara, mengangkat 2 topik mengenai dukungan Wakil Presiden terhadap upaya edukasi kepada masyarakat dan memberikan perhatian serius terhadap gerakan anti pemalsuan produk serta permintaan MIAP agar Beliau menjadi ikon anti kampanye anti pemalsuan.Selain itu Antara juga mengangkat berita tentang Update Study, dengan judul ”Rugi Rp37 Triliun Akibat Produk Palsu”. Detikcom, membuat 3 artikel dengan mengambil judul ” Boediono Dipinang Menjadi Ikon Anti Pemalsuan Produk”, ” Pemalsuan Produk Rugikan Industri Rp 37 Triliun” serta ” Awas! Iming-Iming Diskon Jadi Modus Barang Abal-Abal”. Jakarta Globe mengangkat judul ”Counterfeit Cost Indonesia $4 Billion Annually:Study”.